P_20160301_180004_1_p_1.jpgJudul Buku                  : Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

Penulis                         : Kirana

Cerita                          : Fiksi Indonesia

Penerbit                       : Zettu

Cetakan                       : XV – tahun 2015

Jumlah Halaman          : 372 hal

 

Buku dengan judul “ Ayah menyayangi tanpa akhir” menjadi karya kesekian dari penulis Kirana. Seorang penuis yang produktif, sealain menuangkan idenya dalam bentuk karya fiksi berupa novel, Kirana juga banyak memproduksi skip film TV.

Buku dengan judul “Ayah menyayangi tanpa akhir” mengisahakan lika liku kehidupan seorang ayah muda untuk membesarkan anaknya. Juna seorang lelaki cuek yang gaul, dipertemukan dengan wanita jepang yang kuliah di indonesia, masa itu dia sedang dalam masa menuntaskan masa kuliahnya, sehingga dia membutuhkan beberapa referensi dan dipertemukan dengan Juna. Dala buku ini juga terdapat bagian cerita berisikan cara menyampaikan seks edukation pada anak.

Lambat laun rasa sayang mulai tumbuh dan semakin tumbuh, hingga mereka memutuskan untuk menemui keluarga kedua belah pihak. Namun masing-masing keluarga tidak memberikan restunya, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah muda tanpa restu.

Istri Juna bernama Keisha telah memasuki masa hamil. Diusia 9 bulan dia melahirkan, namun nyawanya tidak terselamatkan, dan terlahir Mada anak laki-laki yang namanya diambil dari nama Gajah Mada.

Juna membesarkan anaknya seorang diri, dengan kehampaan hati, ditemani si mbok yang sejak kecil ikut membesarkananya. Mada mengalami raa sepi yang mendalam, dan dia mndambakan sosok ibu, namun Juna tidak bisa memenuhi keinginnya, dai meyakini bahwa tidak ada wanita yang lebih baik dari Keisha.

Hingga Mada tumbuh besar, dia tidak menemukan sosok ibu yang dia damba, namun mada tidak bisa move on sampai dia tumbuh remaja. Cerita didalam novel ini tidak hanya menjelaskan bagaimana kehidupan keras seorang ayah yang membesarkan anak laki-laki semata wayangnya.

Kita dibawa kealam nyata, kehidupan metropolitan. Kehidupan ayah muda dengan sekelumit pergaulan pemuda kota. Usia Mada terus bertambah, rasa ingin tahu tentang latar belakang keluarganya semakin kuat, namun Juna tidak kunjung memberikan respon yang baik tentang itu.

Mada meninggal karena penyakit Tumor Otak, yang diketahui sudah menginjak stadium 4. Juna sempat tidak peraya, namun dia tahu ini adalah kenyataannya. Hingga dia membaca sebuah surat yang ditiggalkan anaknya dan menyadarkannya, Juna move on dan menjadi relawan di palestina, membantu anak-anak disana untuk menemukan kebahagiaannya, sampai batas yang dia tidak tahu kapan ujungnya.

Diakhir ini, saya akan mengulas, bahwa buku ini terlalu to the point. Jika dibanyak buku, saya sering menemukan sebuah cerita yang hilir mudik, loncat dari cerita satu ke cerita yang lainnya, disini berbeda. Cerita fokus pada sosok ayah dan anak laki-laki yang tumbuh bersama, meski demikian buku ini akan mampu membuat penikmatnya merasakan penasaran tentang apa yang akan terjadi pada bagian klimaks.

Buku ini wajib dibaca para anak, ayah, ibu, dan kalangan lainnya. Kita bisa tahu bahwa sosok ayah yang katanya biasa cuek, tidak seperhatian ibu, tidak selamanya begitu. Ayah juga memberikan kasih sayang terhadap anaknya melalui versinya sebagai seorang ayah. Selamat mengeali sosok ayah.

Akhir kata selamat membaca buku bagus…

 

Iklan