GKM 43

Keseruan Gerakan Kampung Membaca semakin menggelora. Seru tidak jauh dari makna besenang-senang. Ya bersenang-senang, kami para relawan Komunitas Ngejah kembali bersenang-senang bersama anak-anak, tidak ketinggalan para ibu pun ikut merasakan kesenangan di GKM ke 43 ini.

GKM 43 dilaksanakan di Kampun Pasirwaja. Kampung yang belum banyak berubah, mulai dari masayrakatnya yang memegang teguh sifat someah atau ramah, sampai kekhasana makanannya seperti ranginang dan opak ketan. Bukan sebuah kebetulan kalau bulan ini di Pasiwaja sedang musim Jagung, jadi Jagung pun ada dalam daftar menu hidangan yang disiapkan warga Pasirwaja untuk para relawan Komunitas Ngejah.

Mari lupakan sejenak tentang hidangan tadi. GKM kali ini tidak hanya digawangi oleh para relawan tetap, kami kedatangan tim dari DAAI TV. Tentunya anak-anak Pasirwaja merasa senang. Bukan karena mereka akan masuk TV, kesenangan itu datang secara naluriah dari seseorang yang bertemu dengan orang baru. Selain itu saya juga mengajak teman saya yang senantiasa mendampingi saya, siapalagi kalau bukan si Sam. Dia adalah sebuah boneka yang dapat menarik perhatian para penontonnya #sedikitlebay :).

GKM menjadi sebuah rutinitas positif yang dapat kami lakukan, susunan acaranyapun tidak sembarangan, kami racik sedemkian rupa, agar peserta tidak merasakan kejenuhan yang cukup mendalam. Kang Nero selaku presiden Komunitas Ngejah, membuka acara dengan saling sapa bersama adik-adik, ibu-ibu dan pengurus baca pojok baca Pasirwaja bu Elis namanya.

Pembukaan hanya berangsung daam beberapa menit saja, semua peserta langsung digiring menuju lapangan terbuka yang ada tidak jauh dari lokasi Pojok Baca Pasirwaja, lokasinya tepat dibawa, lapangan voli yang belum lama dibuat.

Acara pertama adalah pemansasan. Acara ini diisi oleh saudai Seli dan Ai, mereka mengajak peserta untuk berbaur mengaduk perasaan mereka dan menjadikannya sebuah kebahagiaan. Nama permainan konsentrasi, sehingga tidak sedikit yang merasa bingung, dan gelar tawapun berdatangan dari mulutmulut mungil anak pasirwaja. Pemanasan tidak membutuhkan waktu lama, dilanjut dengan membaca bersama selama 30 menit. Peserta dibagi kedalam 4 kelas: pertama, kelas PAUD, diisi oleh si teteh istrinya pak Kepala desa Sukawangi, yang ini tugasnya dalah menggambar. Kedua, usia SD kelas 1-3, siisi oleh kak Mondi dan Syahrul.  Ketiga, usia kelas 4-6 diisi oleh kak Ai dan Seli. Keempat, kelas usia SMP.

Waktu 30 menit berakhir dengan sangat tidak terasa, dan dilanjutkanlah acara dengan Mendongen. Pada bagian ini tidak hanya anak-anak yang mengikuti kegiatan, para ibupun ikut terlibat, menonton si Sam beraksi, menyampaikan sebuah cerita tentang pentingnya sikat gigi sebelum tidur. Sesekali saat si Sam mengeuarkan suaranya, peserta mengeluaran tawanya. Pokonya GKM kali ini adalah acara menai baagia. hehe

Tidak lupa diakhir acara, Kang Iwan menyampaikan wejangannya unutk anak-anak Pasirwaja tentang pentingnya membaca. Kang Iwan mengatakan bahwa  jika kita tidak bisa pergi ke luar negeri, maka dengan membaca kita bisa jalan-jalan gratis, kemana saja kita mau. Kuncnya ya cuma satu, kita harus embaca. Para ibu pun meangunt-mangut, dan Kang Iwan kembali menekannkan para Ibu untuk tidak memperkenalkan anaknya dengan acara TV yang kurang bermanfaat, seerti sinetron si B** yang kurang menampilkan sisi mendidik untuk anak.

Waktu terus berjalan 2 jam sudah GKM berlangsung, matahari semakin mengning dan meninggalkan terngnya. Gelap sudah menampakan sisinya. Saatnya Relawan Komunitas Ngejah kembali ke rumahnya masing-masing. Dan kami pun pulang.

 

Terimakasih untuk semua yang sudah banyak mendukung program Gerakan Kampung Membaca sampai saat ini. sampai jumpa di Gerakan Kampung Membaca episode Truper Indonesia di pekan berikutnya.

 

 

 

 

 

Iklan