Sebuah surat edaran dari Menhub Jonan baru saja di edarkan. Isinya tentang pelarangan moda tranaportasi berbasis online untuk tidak beroperasi lagi. Menurut menhub, beroprasinya moda transportasi dengan menggunakan layanan online, lebih khususnya moda transportasi beroda dua seperti go jek telah menyalahi peraturan yang ada.

Pelarangan ini didasari karena ojek tidak memenuhi standar moda transportasi. Keluarnya surat edaran dari Menhub ini, banyak mendatangkan kontroversi di kalangan masyarakat, tidak terkecuali dikalangan pejabat negara.

Dilansir dari liputan 6 dot com, ahok menyampaikan bahwa go jek diakui sebagi perusahaan aplikasi, jadi tidak terlarang. Ahok menambahkan pelarangan dari Menhub, karena  go jek tidak memenuhi standar kendaraan umum. Jadi ahok selaku gubernur Jakarta akan mengikuti surat edaran yang diterbitkan menhub tersebut.

Namun tidak berselang lama, Jokowi menegaskan ketidak sepakatannya dengan menhub Jonan. Melalui akun twitter resminya, Jokowi menyampaikan akan memanggil menhub.

image

Pujianpun berdatangakan untuk Jokowi, karena sudah membatu go jek untuk tetap beroperasi. Jokowi menyatakan bahwa aturan yang ada jangalah menyusahkan rakyat. Go jek sendiri telah banyak membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas, terlebih warga jakarta yang selalu dihantui kemacetan. Moda transportasi berbasis online seperti Go jek sudah menjadi alternatif transportasi ditengah padatnya aktivitas warga Jakarta.

Moda transpirtasi online ini sangat membantu, baik dari efisiensi waktu juga costnya yang cukup murah.

Iklan