image

Lesson study diperkenalkan di negeri sakura Jepang. Banyaknya siswa yang kurang memiliki minat dalam belajar menjadi salah satu faktor penyebab kurangnya siswa dalam menyerap materi ajar. Siswa malah ngobrol berinteraksi dengan sesama temannya.
Pembelajaran dengan metode yang sama dan kurang kreatif, ini juga menjadi alasan mengapa dilaksanakan lesson study. Lesson study merupakan upaya meningkatkan prestasi guru dalam mendidik. Dengan melakukan penilaian terhadap siswa, guru, dan alat bantu yang diginakan selama proses belajar.
Lesson study terdiri dari beberapa hal: pertama, tahap persiapan, dimanq guru model haris memperaiapkan segala bahan swbelum Lesson Study dimulai. Bahan yang harus diaipkan diantaranya adalah, RPP, lembar observasi (siswa dan guru), lembar evaluasi, LKS, alat peraga dan media bantu lainnya.
Kedua, tahap pelaksanaan. Guru mod2l memeragakan pembelajaran di dalam kelas.
Ketiga, tahap observasi. Setiap kejadian dalam kelas di nilai oleh observer, sesuai dengan penfunjuk atau arahan yang ada di dalam lembar observasi.
Keempat, refleksi. Pada tahap oni hasil observasi dan evaluasi siswa didiakusikan antara furu model dan obserber. Jika tetdapat kesalahan atau kekurangan selama proses pembelajaran maka dilakukan evaluasi bersama, untuk dilakukan perbaikan dikemudian hari. Namun jika hasil evaluasi pembelajaran memuaskan, proses belajar yang dilakukan guru model dapat ditiru untuk di terapkan di sekolah lainnya, namun jika masih ada kekurangan, maka diperbaiki bersama.
Lesson study bukan ajang mencari keasalahan. Siapapun gurunya bisa menjadi guru model. Karena di akhir lesson study ada evaluasi yang menjadi feed back bagi guru model dan para observer.
Kini Lesson study sudah banyak di kenal di belahan dunia, yang digunakan untuk memperbaiki kinerja guru dalam mendidik.

Iklan