Jpeg

Sabtu/26 Januari 2015. GEmari Buku fasilitasi pelatihan untuk para guru di lima titik di indonesia. wilayah yang mendapatkan manfaat dari pelatihan ini adalah; wakatobi, nunukan, kuburaya, banten, dan Sumbawa Barat. Sumbawa Barat menjadi tempat pertama pelaksana pelatihan tersebut.

Peserta pelatihan terdiri dari guru-guru perwakilan sekolah disekitar kota taliwang. Ada 55 peserta yang mengikuti pelatihan ini. Sedangkan yang menjadi fasilitator dari kegiatan adalah para guru Sekolah Guru Indonesia.

Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi. Pak anto sebagai perwakilan dari Kemenag resmi membuka kegiatan pelatihan tersebut. Selain itu tim Sekolah Guru Indonesia juga memaparkan program setelah 8 bulan pengabdian di Kabupaten Sumbawa Barat.

Adapun materi yang disampaikan tentang Lesson Study dan Hipno Teaching. Kenapa materi ini yang disampaikan, alasannya karena Lesson Study merupakan cara yang cukup ampuh untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas guru sebagai pengajar, pendidik, dan pemimpin alias guru 3P. Dengan Lesson Study guru bisa saling bertukar pikiran dengan guru-guru yang lainnya, agar mereka berkolaborasi menemukan sebuah susunan pembelajaran yang efektif di kelas. Didalam Lesson Study ada 3 tahap yang harus di lakukan, yang pertama Plan (perencanaan), guru merencanakan detail pembelajaran, dari mulai RPP, alat peraga media, bahkan sampai ice breaking yang mau disampaikan ketika kondisi siswa sudah mengalami kejenuhan.

Kedua, Do (pelaksanaan). Setelah sekelompok guru berdiskusi dalam pembuayan planing, selanjutnya adalah pelaksanaan pembelajaran. Dalam pelaksanaan, ada yang disebut guru model, dan ada juga observer. Guru model merupakan salah satu dari tim guru yang membuat perencaan pembelajaran. Selebihnya adalah observer yang nanti membuat refleksi terhadap proses pembelajaran.

Jpeg

Ketiga, See( refleksi). Agar para guru mengetahui kelebihan dan kegkurangan saat proses belajar berlangsung, selanjutnya masuk pada tahap refleksi. Menilai kelebihan dan kekurangan proses pembelajaran. Tujuannya adalah untuk meningkatkan apa yang masih kurang dalam proses pembelajaran tersebut. Sehngga masing-masing guru bisa saling bertukar pendapat atau memberi solusi dalam peningkatan mutu pengajaran di dalam kelas.

Materi yang kedua adalah Hipno Teaching. Nah di Sumbawa Barat sendiri materi ini memang langka dilaksanakan. Harga pelatihan ini cukup mahal, jadi wajar jika jarang dilaksanakan. Momen pelatihan SGI ini menjadi sarana mereka mendapatkan materi Hipno Teaching.

Khusus untuk materi ini disampaikan oleh Pipit. Ada dua orang anggota SGI Kabupaten Sumbawa Barat yang mampu melakukan pelatihan ini. Dia pernah mendapatkan materi ini saat masa pembinaan Di Bogor. Dan sekarang giliran pipit untuk Share terkait materi tersebut.

Hipno Teaching sendiri merupakan kekuatan mengolah kata. Sehingga guru mampu membawa anak didik menuju jalan yang baik. Misalnya dalam pelarangan, jika guru biasa mengatakan ” janangan ribut”, maka pada kebiasaan, anak akan tetap ribut. Mereka hanya menyerap kata ributnya dibanding “jangan”. Sehingga guru harus pandai-pandai mengolah kata, misal kalimat tadi di ganti dengan ” anak, kamu suka ga kalau teman-teman kamu ribut?” ” nah kalau lagi belajar berarti kita harus apa?”. Siswa punya jawaban tersendiri. Sehingga mereka dapat menyimpulkan mana yang baik dan mana yang salah dengan sendirinya. Inti Hipno Teaching dalah merubah mindset siswa melalui kata-kata.

Jpeg

Ada yang menarik pada materi ini. Peserta antusias untuk di hipnosis. Dan beberapa peserta mudah sekali untuk disugesti, sehingga setiap perkataan fasilitator diikti dengan baik.

Dari semua materi pelatihan tadi, Dilaksanakan pula micri teaching, untuk mengetahui pemahaman peserta tentang materi yang telah disampaikan. Sehingga para peserta mampu mengambil kesan dari semuanya.

Jpeg
Jpeg
Iklan