image

Sama-sama hidup di keteladanan yaitu sekolah guru indonesia dan kelas inspirasi. Baru- baru ini kelas inspirasi membuka cabang di daerah Dompu-NTB. Fasilitator kelas inspirasi terdiri dari berbagai kalangan baik yang muda ataupun yang sudah penuh dengan pengalaman.

Kali ini Budi Iskandar,S.Si sebagai relawan Sekolah Guru Indonesia di minta untuk menjadi  pemateri di kelas pertama kelas inspirasi. Peserta pelatihan terdiri dari fasilitator dan para guru inspirator yang memiliki latar belakang pekerjaan berbeda. Nantinya guru inspirator tersebut akan mengajar di dalam kelas, memperkenalkan bahwa banyak sekali profesi yang bisa dipilih menjadi cita-cita.

Najwa selaku koordinator Kelas Inspirasi Dompu menyampaikan bahwa selama ini anak-anak hanya mengenal Dokter, Polisi, atau Guru yang mereka jadikan cita-cita. Sehingga dengan adanya kelas inspirasi di harapkan anak bisa memiliki wawasan lebih banyak mengenai profesi yang ada.

image

Sedangkan materi pelatihan untuk para guru inspirator adalah manajemen kelas. Dengan mendapatkan materi khusus tentang manajemen kelas para guru inspirator di harapkan lebih siap menghadapi anak di dalam kelas nanti.

Pelatihan diwarnai dengan berbagai permainan yang menyenangkan, agar peserta dapat menikmati dan menyerap materi manajemen kelas yang di sampaikan Budi. Misal, banana dance yang membuat peserta heboh gara-gara gerakannya yang cukup menarik.

image

“Kami memberikan banyak ice breaking dalam pelatihan kali ini agar bapak/ibu guru dapat menggunakannya nanti di kelas. Kondisi anak harus pada zona alfa agar mampu konsentrasi mendengarkan guru saat menjelaskan.” Tutur Budi Iskandar.
“Di samping itu ice breaking juga dilakukan agar jalannya pelatihan tidak membosankan, apalagi kita kan guru SD yang harus seperti anak SD” Tambah Budi.

Agar peserta siap masuk kelas, trainer juga meminta beberapa peserta untuk melakukan micro teaching di depan kelas langsung pada saat pelatihan.

“Pelatihan yang kami desain tidak hanya menyampaikan materi kepada peserta, tapi juga praktek langsung agar kami bisa mengevaluasi sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang sudah di sampaikan”. Sahut Andi yang merupakan salah satu relawan sekolah guru indonesia yang berasal dari Medan, dan kini di tempatkan di Desa Rarak Ronges, desa di puncak gunung.
Andi juga menambahkan pelatihan yang di tawarkan SGI menekankan pada hasil akhir(evaluasi), sampai materi yang disampaikan benar-benar berkesan dan dapat du pahami sepenuhnya oleh peserta pelatihan.

image

Iklan