image

Jumat/03 Juli 2015. Tim Sekolah Guru Indonesia penempatan Kabupaten Sumbawa Barat berbagi keceriaan dengan 90 orang anak dari kaum dhuafa. Anak anak tersebut berasal dari berbagai daerah tertinggal seperti tongo, kertasari, dan daerah lainnya di kabupaten Sumbawa Barat, dengan latar belakang mereka yang berbeda-beda. Salah satunya Fitrah yang seharusnya sudah tamat Sekolah Dasar, namun karena kondisi orang tuanya yang kurang mampu, membuat dia harus putus sekolah. Selain beasal dari kalangan kurang mampu, terdapat juga anak jalanan, anak yang droup out dari sekolah karena kenakalan, ada juga mantan pengguna Narkotika.

Ke-90 anak tersebut berada di bawah pembinaan Dinsos selama satu bulan di gedung SMK kesehatan, hal ini dilakukan untuk menumbuhkan motivasi mereka agar mau kembali ke belajar di bangku sekolah, serta pemberian soft skill. Di sela pembinaan ini, tim Sekolah Guru Indonesia penempatan Sumbawa Baratbekerjasama dengan dinsos menjadi salah satu pengisnya.

Ramadhan ceria begitu namanya, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan keceriaan anak-anak di daerah dan memberikan asupan semangat pada mereka untuk terus belajar. Ilfa Yuni Arta yang menjadi Trainer dalam kegiatan tersebut merasa bahagia telah menjadi bagian dari kegiatan ini.

“saya merasa senang sudah berbagi dengan mereka. Setelah saya mengisi taining motivasi tentang pentingnya belaja di bangku sekolah, mereka berjanji akan kembali ke sekolah” begitu tutur Ilfa Yuni Arta. Meski demikian ilfa measa sedikit kewalahan saat mengkondisikan mereka agar bisa fokus dengan materi yang saya sampaikan.

Dalam kegiatan ini SGI Sumbawa Barat tidak hanya membangun keceriaan melalui training motiovasi atau pun ice breaking yang mampu membuat bereka tertawa bahagia. Mereka juga menyampaikan beberepa sumbangan berupa alat tulis, dan susu botol.

image

“Sumbangan yang kami berikan pada anak-anak berasal dari para donatur dari jawa. Alhamdulillah sampai saat ini sudah terkumpul dana Rp. 3.100.000, selanjujtnya kami belikan pada Alat tulis, Susu, dan bingkisan buat mereka” tutur Budi Iskandar selaku koodinator penempatan. Budi juga menambahkan bahwa sebagian donasi yang sudah terkumpul akan di berikan pada anak yatim di Panti Asuhan Baitus Sakinah yang berada di Kabupaten Sumbawa Barat.

Iklan