Masih ingat ketika di kampus dulu berkumpul dengan sahabat-sahabat saya di Lembaga Dakwah Kampus (LDM). Kami saling memberikan masukan agar hidup kami terarah.

Bukti bahwa kehidupan ini tetarah adalah kebermanfaatan diri bagi orang lain. Sekali kita bermanfaat bagi orang lain, maka dengan izin allah kita akan mendapatkan manfaat yang lebih banyak sebagai balasan Allah SWT. Perlindungan Allah pun senan tiasa menghampiri.

Banyak orang yang bercita-cita menjadi manusia yang bermanfaat. Begitu pula dengan saya. Saya merasa sukses ketika saya bisa bermanfaat bagi orang lain. Seperti jalan yang hari ini saya tempuh. Menjadi relawan guru dari Sekolah Guru Indonesia. Adalah sebuah kenikmatan yang tidak bisa di ukur ketika melihat kebahagiaan warga dan sambutan hangat mereka saat pertama saya datang. Di mata mereka tamoak harapan sebuah perubahan dengan kedatangan saya.

Menjadi guru di daerah terpencil, dengan akses jalan penuh tantangan, bahkan jaringan provider pun sulit untuk di dapat. Saya beserta 29 rekan saya di SGI tentunya mengalami hal hang hampir sama. Meski kami di tempatkan di daerah yang berbeda.

Desa Mantar, kecamatan Pototano, Kabupaten sumbawa Barat. Letaknya berada di atas bukit. Dengan satu kampung yang cukup padat. Itulah alamat saya tinggal. Di Sekolah Dasar satu atap Mantar saya menjadi guru.

Iklan