JpegKali ini saya mentransfer materi dengan cara yang sangat sederhana. Meski demikian siswa saya tetap antusias mengikuti pembelajaran. Beberapa siswa dari kelas lainpun ikut nimbrung. Menyaksikan proses belajar yang sedang berlangsung.

Pelajaran yang saya sampaikan di kelas IV, terkait Ilmu Pengetahuan Alam, bab kerusakan lingkungan dan cara penanggulangannya. Dengan berbekal dua mangkuk kecil yang saya bawa dari rumah, ketika masuk kedalam kelas, siswa sudah mulai bertanya-tanya.

“Pa apa itu, buat apa ?”

Sederet pertanyaan bertubi-tubi di sampaikan oleh siswa. Saya tidak lantas menjawab semua pertanyaan siswa-siswa saya tadi. Agar mereka semakin bertanya-tanya. Dengan membuat mereka penasaran, diharapkan bisa menarik minat mereka untuk tahu lebih jauh apa yang akan di pelajari.

Sebelum memasuki pembelajaran saya mengajak siswa saya bernyanyi lagu “Tanah Airku”. Semua senang, karena lagu ini baru beberapa minggu dikenali oleh siswa kelas IV. Mereka sudah hafal betul dengan lagu yang saya ajarkan. Selanjutnya saya memberikan sedikit stimulus atau kesimpulan dari lagu yang tadi sudah di nyanyikan bersama.

“Nah lagu tadi mengajak kita agar mencintai tanah air, jadi kita harus merawat tanah air kita. Bukan begitu ana?”.

“Saya pak!”

Ana adalah panggilan untuk anak-anak di kampung terpencil yaitu Mantar, Kabupaten Sumbawa Barat. Kata “saya” sama dengan ia dalam bahasa Indonesia. Kosa kata daerah lebih mendominasi untuk mereka gunakan.

Setah menarik minat belajar mereka saya ajak mereka agar berkelompok, dengan nasing-masing terdiri dari 4 orang/kelompok. Selanjutnya semua saya ajak keluar kelas dan membuat sebuah lingkaran kecil di belakang sekolah. Mulailah saya menjelaskan tentang materi yang akan dipelajari.

Kami akan melaksanakan praktek. Setiap kelompok di beri tugas yang berbeda-beda. Kelompok 1 diminta untuk mengisi 2 mangkuk kecil yang saya bawa dengan tanah, kelompok dua mencari air dan kelonpok 3 mencari rumput kecil yang berakar. Dalam hitungan tiga semua lari melaksanakan tugas masing-masing.

Setelah selesai mengerjakan tugas kelompok, semua kumpul kembali untuk menyetorkan hasilnya. Praktek kami mulai. Saya kembali melakukan stimulus dengan bertanya.

“Kalau setiap hari matahari menyinari bumi, terus tidak pernah turun hujan. Apa yang akan terjadi ana ?”.

“Tanahnya jadi kering pa”.

“Ia betul sekali. Terus apa lagi ? “.

“Air buat mandinya jadi tidak ada pa”.

Semua siswa bisa menjawab, semua semangat. Apa yang akan di pelajari hari ini sudah mereka ketahui. Tinggal tugas saya meyakinkan mereka dalam proses belajar.

“Baiklah. Jadi begini ana. Kalau bumi kena panas terus, tanahnya jadi kering seperti ini. Apalagi kalau tidak ada pohon satu pun yang melindunginya dari panas cahaya matahari”

Sambil saya tunjukan satu mangkuk tanah kering. Lalu saya ajak anak untuk menanamkan rumput pada tanah yang di mangkuk satunya lagi. Saya minta salah satu siswa untuk memasukan air ke dalam ke dua mangkuk tadi. Kemudian mereka mengamati hal-hal yang terjadi, dan mencatatnya. Hasilnya mangkuk yang satu airnya tumpah membawa tanah kering tadi. Sedangkan yang ditanami rumput, air terserap dengan baik.wpid-p_20150325_085234.jpg

Untuk menguatkan hasil pengamatan mereka, saya mrmbahas satu per satu hasil pengamatannya. Dan hasilnya sangat memuaskan. Mereka menuliskan apa yang mereka lihat, dengan menggunakan bahasa yang mereka pahami. Giliran saya mencocokan hal-hak tadi dengan kehidupan di alam.

“Banyaknya pohon yang di tebang mebgakibatkan tanah tandus. Sehingga saat turun hujan yang deras, terjadilah erosi”.

wpid-img_20150325_094652.jpg

Begitupun dengan kerusakan alam yang lainnya saya jelaskan sedetail mungkin. Mereka senang dengan oembelajatan hari ini. Dan kita pun memnyanyi lagu “Tanah Airku” sebagai penutup pembelajaran. Di akhir saya membagikan buah Rarak pada siswa yang disiplin dalam belajar. Meskipun seperti biasa kalau di bagi makanan para siswa nimbrung dan ramai berebut 😉

Iklan