Setiap hari rutinitas yang saya lakukan. Menjadi pendamping bagi anak-anak Mantar. Rumah saya tidak pernah sepi dari keramaian. Belajar, bermain dan juga sebagai guru BK bagi anak begitah rutinitas saat ini.

image


Keramaian ini yang membunuh rasa sepi saya di tanah rantau. Baru dua minggu saya menikmati hidup menjadi bagian relawan pendidikan yang di wadahi sekolah guru indonesia. Rasanya baru kemarin pagi saya berangkat dari Bogor.

Setahun sepertinya tidak akan terasa bila setiap hari di isi dengan aktifitas yang padat seperti ini. Ada saja cerita dan kebahagian dari mereka.

Kegiatan rutin saya bakal Istana Anak Soleh. Kata-kata sholeh sengaja saya sematkan agar anak terbiasa mendengarnya dan mencari tahu arti kesalehan yang sebenarnya.

Pulang dari sekolah tempat saya mengabdi SDN Mantar anak kelas 1-3 sudah kumpul di depan rumah dengan sebuah buku lusuh lengkap dengan bolpoint untuk mereka menulis.

Kegiatan ini saya isi dengan belajar CALISTUNG. Agar anak tidak Boared  beberapa kesempatan digunakan untuk bermain atau bernyanyi. Anak Mantar kelas 1-2 masih kesulitan dalam CALISTUNG.

image

Jadi tantangan tersendiri untuk saya mengajari mereka. Waktu mereka untuk duduk tenang hanya sedikit, sehingga saya harus ekstra keras dalam mengajarinya.

Di kelas tinggi saya isi dengan belajar bahasa inggris. Jam belajarnya setelah shalat ashar. Mereka antusias untuk belajar. Apalagi orang tua yang mendukung agar mereka belajar bahasa inggris dengan tekun. Saat ini Mantar bergelar Desa Budaya. Mungkin ini alasan untuk menghadapi tuntutan jaman. Orang tua mereka sudah melek masa depan.

Mereka unik dan banyak memberi warna baru dalam kehidupan saya. Kekhasan yang sangat menarik untuk dipelajari, mulai dari intonasi bicara mereka, dan suara yang keras. Kadang memekik sampai serasa pecah gendang telinga ini.

Anak Mantar adalah anak yang ceria. Hampir semua anak laki-laki di sini berkemampuan kinestetis. Begitulah yang saya lihat. Mereka tidak mampu tenang barang sebentar. Sedangkan anak perempuan menjadi kebalikannya. Mereka pemalu dan sukar untuk diajak berkomunikasi.

Iklan