image

Mungkin kamu adalah salah satu orang

yang selalu belajar keras demi mendapatkan IPK terbaik di kelas. Ya IPK atau Indek Prestasi Kumulatif. Sebagai mahasiswa yang baik memang selayaknya kamu berusaha keras untuk mendapatkan IPK yang memuaskan. Pernahkah kamu berfikir;

ORANG YANG BISA SUKSES ADALAH SESEIRANG YANG JETIKA KULUAH MAMPU MENDAPATKAN IPK TSUMMA QUMLAUDE

Tidak salah jika IPK berpengaruh untuk masa depan kamu, misal sebagai syarat pekerjaan dan beasiswa kuliah S2. Tapi tidak selamanya kita bisa mengukur itu dengan IPK. Coba kita tengok seberapa kuat pengaruh IPK untuk menjamin masa depan nanti.

Kamu bisa para tokoh dunia yang sudah sukses menjadi manusia. Bahkan orang asli indonesia yang sama sekali tidak pernah mengenal IPK banyak yang mencapai masa kesuksesannya.

Ada beberapa hal yang lebih penting kita lakukan dari pada mengingat IPK yang kurang memuaskan. Berikut saya jelaskan beberapa hal tersebut :

1. KEMAMPUA KOMUNIKASI

Selain mendapatkan ilmu yang sesuai dengan jurusan. Memiliki skill komuniaksi yang baik menjadi hal penting yang harus dimiliki.
Tahu aa gym? Beliau kini sukses menjadi kiyai, dan dimasa mudanya beliau seorang pejerja keras. Bahan dasar yang dia miliki adalah kemampuan komhnikasi. Dia nerasa PD ketika berkomunikasi dengan orang banyak.

2. KEYAKINAN
Mahasiswa yang yakin dengan Lorenzo diri akan lebih fokus melihat kelebihan. Dengan kata lain tidak mendewakan IPK sebagai patokan sukses di masa depan. Ajip Rosidi misalnya. Dia adalah tokoh sastrawan indonesia. Ketika dia ingin melanjutkan pendidikan di bangku kuliah dia tidak jadi mengambil nya.

Dia tidak sempat mendapatkan ijazah SMA karena waktu itu mendengar desas desus bocornya soal ujian. Meski demikian dia mampu menembus kesuksesan menjadi profesor di salah satu kampus di jepang.

3. KEMAMPUAN MENYAMPAIKAN IDE MELALUI TULISAN
Saya yakin teman -taman mahasiswa kenal betul dengan sosok Andy F Noya. Dia sukses menjadi pilihan redaksi Metro TV. Dan namanya lebih dikenal lagi setelah membawakan acara Kick Andy. Dia lebih tertarik untuk menguatkan kemampuannya dalam dunia tulis menulis.
Lain cerita dengan Buya Hamka yang hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 2 SD namun kini karya tulisnya melejit di pasaran.

Masih banyak tokoh inspirator lain yang kini menjadi orang sukses. Mereka tidak pernah mendewakan IPK, namun mereka memiliki soft skill di bidang masing-masing.

Namun alangkah lebih baik jika kamu mampu mengembangkan soft skill mu dan juga mendapatkan hasil belajar yang memuaskan.

Iklan