Mengawali perjuangan bersama ke enam temanku dengan penuh semangat. Meski kantuk begitu kuat, dan rasa berat hati untuk melepas mereka pergi, tapi inilah jalan yang sudah aku pilih.
Kabupaten sumbawa barat menjadi tempat destinasi bagiku. Disini aku akan memulai perjalanan masa pengabdian untuk anak indonesia yang berada di pulau terpencil.
Diawali dengan meluruskan niat, jam dua dini hari kami aku sudah mengumpulkan energi dan mental untuk menghadapi masa-masa dimana tidak ada lagi orang yang biasanya mengingatkan kesalahan yang sering aku perbuat.
lombok pulau sejuta pesona, menambah rasa penasaran saya. Tapi waktu membatasi saya untuk mengenal lebih jauh tentang lombok. Mobil bus sudah di pesan, aku, kelima kawan setimnya,dan bang asep yang mengantarkan kami berencana berangkat jam 3 sore waktu indonesia bagian timur.
Panas masih sangat menyengat, dan keringat terus mengalir membasahi sekujur tubuhku. Rasa getah semakin kuat terasa, obat yang bisa dilakukan adalah membasuh badan dengan air dingin. Alhasil saya membasahi badan, rasanya segar dan langsung melaksanakan shalat shalat berhamaah.
Perjalanan kembali dilanjutkan. Menggunakan bus tiara kami diantarkan menyeberangi pulau lombok menuju pulau sumbawa. lombok masih dengan pesonanya. Keindahan gunung rinjani cukup mengikutinya perhatian saya. Di kursi kanan saya ada pa john yang katanya sekarang aktivis kemanusoan. Saya banyak mendengarkan cerita tentang kejadian meletusnya gunung rinjani yang telah banyak menyita perhatian warga di penjuru dunia.
Hingga saat ini letusan-letusan kecil sering terjadi. Meski demikian masih banyak warga yang bertahan tinggal di bawah kaki gunung rinjani. Pesona lautan nan biru menambah pesona lombok.
Memasuki kawasan sumbawa, suasana sedikit berbeda. Disini lebih dingin. Dan signal mulai menghilang. Saat aku rebellion saudaraku di kampung, tiba-tiba mati. Sering Kali pembicaraan kami terputus.
Sanpai di taliwang, Kami di sambut bu Ida. Seorang guru di salah satu sekolah setempat. Beliau menjemput kami juga menyediakan penginapan. Rumahnya berada di atas permukaan tanah. Sekitar 2m dari tanah. Sebuah rumah khas dari kabupaten sumbawa barat.
Orang Indonesia terminal dengan keramahannya, begitupun disini. Warganya ramah dan mudah untuk diajak berkomunikasi.

image

Iklan