u“Jangan pernah berhenti menjadi guru dalam posisi apapun!”. Sebuah kalimat yang disampaikan pak Parni Hadi saat memberikan nasehat pada para guru SGI 7 sebelum keberangkatan ke lokasi penempatan pada tanggal 15 Januari 2014 nanti.

Menyengajakan diri untuk datang menemui para guru SGI sebelum keberangkatan, menjadi hal yang membahagiakan bagi guru SGI, karena merasa di perhatikan dengan baik, terlebih kunjungan pak Parni Hadi merupakan kali pertama. 

Beliau menguatkan perkataannya diawal bahwa guru sebagai penerus para nabi, memiliki tugas menyebarkan dan mengajak orang dalam kebaikan. Melalui profesinya dalam mendidik, begitulah seorang guru. Selain dituntut menjadi guru 3P, guru SGI juga seyogyanya dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin baru, yang memiliki karakter. Kalimat beliau menjadi pancaran semangat tiada henti untuk guru SGI senantiasa bergerak dan menebar manfaat.

Banyak cara yang bisa dilakukan gru agar senantiasa menjadi pengajar. Guru tidak melulu harus mendiktemurid di depan kelas. Guru bisa mengajar muridanya dengan berbagai cara. Salah satu pengajaran yang baik bisa melalui tulisan. Bayangkan saja, efek tulisan saat ini sangat besar, baik bagi perkembangan ekonomi, politik, ataupun sosial-masyarakat.

Pak Parni Hadi menambahkan ” kalau bisa Guru SGI bisa menghasilkan 1 buku”. Melalui buku pengajaran bisa terabadikan dengan baik, dan tak lekang di makan zaman. Buku bisa di pelajari oleh generasi lama, sekarang, dataupun generasi yang akan datang. 

Beliau juga menceritakan banyak hal tentang rasa semangatnya ketika masih muda. Menajdai anak dari kalangan yang biasa saja dan kini sudah banyak dikenal oleh orang lain. Memiliki banyak jabatan, namun tidak pernah memikirkan tentang seberapa besar dia dibayar. Begitulah beliau, luwes dan bersahaja dengan gayanya yang khas.

Pengalamannya sebagaik pengisi ketoprak, membuat pembawaan beliau yang santai dan mudah berbaur dengan guru SGI. Banyak inspirasi yang sudah beliau tebar di ruangk kelas SGI. Semua itu akan bermanfaat bagi Guru SGI di penempatan nanti.

Diakhir pertemuan di siang hari yang masih panas, Pak Parni Hadi menutup kegiatan dengan mengajak para guru SGI bernyanyi “di sana senang, di sini senang, dimana-mana hatiku senang”. Riuh ruang kelas teras tidak ada sekat antara beliau dengan para guru SGI.

r

Foto bersama Ketua Dewan Pembina DD (Parni Hadi)

Iklan