Seperti kekasih, perjalanan hidup adalah mencari pasangan. Banyak jalan pilihan yang harus ditentukan. Meski kini kesedihan menghanyutkan kami, padahal saat ini kebahagiaan memenuhi ruang kelas. Ada 4 sahabat kami yang katanya “tidak di tempatkan” untuk mengabdikan diri sebagai pendidik di daerah 3T. Kesedihan terus menghantui. Air mata tak tertahkan.

DSC_1757

Siang tak lagi ada, kini kami ditemani malam dan gemerlap lampu-lampu yang betebaran memenuhi isi kota bogor. Pemandangan indah seakan-akan menjadi suram. Semuanya masih bersedih. Bayangkan saja, perjalanan kami menuntut ilmu selama 5 bulan. Dengan kerja keras yang sama, tapi tiba-tiba hasilnya berbeda.

Masih ada rasa tidak percaya. Sebagian dari kami masih ragu atas semua yang disampaikan tim manajemen SGI. Keraguanku semakin kuat karena tim mamajemen tidak pernah berkata kalau ke-4 teman kami, yang semuanya adalah perempuan “tidak ditempatkan”.

Banyak alasan-alasan yang disampaikan pak Agung selaku direktur SGI. Resga itu penakut, Sasni sulit untuk bersosialisasi, begitupun dg novi, dan ilfa. Mereka punya kelemahannya masing-masing.

Hari kepulangan ke-4 kawan kami telah datang. Selasa 07-01-2014.  Apel pagi sepi, tidak sepertinya. Resgha tidak ikut. Mungkin masih larut dalam kesedihan. Pipit sebagai pembina apel berpesan bahwa, kami harus menempatkan kesenangan dan kesedihan sesuai dengan kadarnya.

Menjelang akhir apel, tiba-tiba restgha berlari, dengan pakaian berwarna merahnya. Tidak lagi terlihat tetes air mata. Dan selepas apel, mereka kami antar sampai ke depan jalan raya. Haru semakin menjadi, jadi. Si Ulfa yang anti untuk menangis, kini menangis, meski ini kali kedua saya melihatnya meneteskan air mata. Begitupun Riyanti, sampai matanya lembam.

Kami kembali keruang kelas. Ditengah-tengah kegiatan, ada kabar kalau kami kedatangan tamu. Tahu tidak siapa tamunya ? Rupanya mereka adalah ke-4 teman kami yang katanya mau dipulangkan. Semua bertanya-tanya tentunya. Sebenarnya apa yang terjadi ?

Tim manajemen masih dengan gayanya yang kalm. Meski Pak Agung tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Menangis lagi, semuanya menangis karena bahagia. Dan kami semua tersenyum bahagia. Kami akan mengabdi dengan waktu yang sama di 5 lokasi di nusantara ini. Di tempat inilah kami akan mengabdi: Wakatobi, Kuburaya, Nunukan, Kabupaten Sumbawa Barat dan Pandeglang.

Iklan