Gotong royong, sebuah kebiasaan yang hampir punah dari kampung sunda. Dulu kala, masyarakat terbiasa untuk saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan umum. Seiring dengan perkembangan jaman, kini gotong royong sudah tidak hampir punah di dalam kehidupan bermasyarakat.

Lihat saja Kota bandung, sebuah kota besar yang notabennya adalah bagian dari tanah sunda. Kesibukan masyarakat sehari-hari membuat mereka tidak sulit untuk berkumpul dengan antara warga satu dengan warga lainnya. Faktor lainnya bisa disebabkan karena moderinisasi yang  kian cepat. Demikianlah kehidupan dikota, bahkan sesama wargapun bisa jadi tidak saling mengenal.

Keadaan tersebut berbanding terbalik dengan keadaan di kampung-kampung. Sebut saja kampung Cipinaha, Kecamatan Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya. Masyarakat di kampung tersebut, kebanyakan adalah petani. Beberapa yang lainnya pergi merantau sebagai kuli pencari Emas di daerah Lombok maupun Kalimantan.

kampung ini masih asri, kebun, sawah masih terhampar luas. Bahkan rumah-rumah warga saling berjauhan, dipisahkan hutan. Jika di perkotaan agak sulit menemukan masyarakat melakukan gotong royong, di kampung ini sikap gotong royong masih kental terasa.

DSC_3043

Ketika saya berkunjung ke lokasi, masyarakat yang biasanya sibuk bekerja di kebun masing-masing, hari itu mereka sedang sibuk membangun jalan raya. “hari ini kami mengosongkan jadwal berkebun untuk mengecor jalanan” begitulah pek Dede bertutur (RT kampung setempat). Beliau juga menambahkan bahwa pembangunan jalan ini didanai oleh pihak desa, dan iuran warga.

Sambil melanjutkan pembangunan, mereka menyapa kami dengan senyuman dan salam. Keramahan warga sangat terasa di kampung terpencil ini.

Iklan