Setiap manusia punya atittuid. Kalau kita baca di bukunya Erie Sudewo yang berjudul “karakter Building”, dalam buku tersebut disebutkan bahwa atittud terdiri dari dua jenis, yakni karakter, dan tabiat.

Sebagai seorang guru, maka memiliki karakter adalah sebuah keharusan. Siswa akan mencontoh apa yang dilakukan gurunya. Karakter merupakan hal positif yang didasari atas berbagai aspek, seperti kejujuran, tanggung jawab, kecerdasan sosial yang tinggi. Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa pada satu sisi, setiap manusia memiliki tabiat atau hal negatif. Dan tabiat ini harus mulai dikikis.

Menjadi guru yang berkarakter adalah tantangan besar, kenapa demikian ?. Butuh waktu yang lama untuk menjadi guru berkarakter, dan kuncinya adalah “habbit“. Dari pembiasaan baik guru bisa menjadi teladan bagi siswanya. Hakikatnya guru tidak hanya mentransfer keilmuan secara tersurat saja, namu setiap tidankan yang dilakukan, akan dilihat dan menjadi teladan bagi siswa didik.

Kapanpun seorang guru bisa menjadi guru berkarakter yang mampu mendidik siswanya. a pocess of becoming, butuh sebuah proses agar bisa menjadi guru berkarakter, refleksi diri untuk mengikis kebiasaan buruk dan menumbuhkan karakter.

Menurut undang-undang nomer 14 tahun 2005 Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. (Pasal 1 ayat 1)

Di sisi lain peran guru dalam mendidik karakter sangat strategis, hal ini bisa dilakukan melalui pendidikan karakter, dan teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Iklan