Tuajuan perjalanan kali ini adalah TMII, miniaturnya Indonesia. Sesaat meninggalkan tugas-tugas pribadi. Bersama teman-teman Komunitas Trainer, saya berangkat menjelang siang, jam 9. Tujuan keberangkatan ke TMII adalah untuk mencari ilmu, melihat Kak Tony mendongeng.

Tiba di lokasi acara, panasnya Jakarta begitu terasa. Melihat sekeliling, selama perjalanan banyak bangunan-bangunan bernuansa khas daerah di Indonesia. Entah kenapa bangunan-bangunan khas Sumatera begitu menarik perhatian saya. Selepas bertemu kak Tony nanti, saya berniat untuk menyambangi bangunan tersebut.

Bada shalat duhur,segera kami berangkat menuju lokasi kak Tony mengisi acara. Museum Tentara. Acaranya tidak di gelar di dalam museum tersebut, tapi lesehan di luar banguunan, di bawah pepohonan rindang. Sejuk, di bawah teriknya matahari beratapkan dedaun hijau.

Banyak cerita di bagi dari pengalaman kak Tony. Sebagai pendongeng yang sudah melalnglangbuana di negeri ini. Beliau masih dengan kebersahajaannya, membuat kami nyaman berlama-lama, bertanya seputar dunia kependongengan.

Apalah daya waktu harus memisahkan kami. Kak Tony sudah ditunggu dengan job lainnya, pembicaraan hanya berlangsung sekitar 15 menit, dan kak Tony pergi.

10557461_774746995924525_1947705410922333240_n

Ada banyak lokasi yang bisa kami jumpai selepas berbincang dengan kak Tony. di sepanjang perjalan, mengambil gambar menjadi ritual wajib ketika bertamasya. dan inilah sepuluh wajah anggota Komunitas Trainer (Baris 1, kiri ke kanan: Budi, Heri, Asyanti. Baris 2, kiri ke kanan: Risty, Harini, Ulfa, Maria. Baris 3, kiri ke kanan: Ricki, Dena)

10432494_971299942885734_9101774970712263488_n

Sepanjang jalan banyak sekali bangunan-banguna indah, nan memukau. Rasanya seperti benar-benar di tempat sesungguhnya. Hanya beda suasananya saja, TMII tempat rekreasi yang dipenuhi oleh ribuan peng8njung, sedangkan tempat dimana bangunan itu berasal, saya berfikir adalah tempat yang asri, sejuk dan jauh dari keramaian.9438_971299352885793_2420520452184286543_n

Berfoto di depan Keong Mas. Bangunan yang biasa digunakan pengunjung menonton film-film baru. Untuk masuk dan menonton film yang diputar, setiap pengunujung dikenakan biaya. Karena itu kami tidak masuk, alasan lainnya, hari sudah semakin sore, sedangkan belum semua tempat terjamah.

1441339_971299236219138_168481366843802625_n

Rumah khas Sumatera Utara menjadi kunjungan kami berikutnya. Semua bahan bangunan terdiri dari kayu, hanya bagian pondasi saja yang menggunakan bahan beton. Di lokasi, kmai disuguhi sebuah tarian khas Sumatera Utara “Serampang 12”. Gerakan para penari begitu memukau, seperti menari dengan hati. Mereka meanri berpasang-pasangan. Ketukan nada dan gerakan tarian membentuk IMG-20141116-01541sebuah harmonisasi yang indah.Tarian ini disuguhkan,karena memang pada waktu tersebut sedang diselenggarakan lomba.

Pesertanya begitu banyak dan menarik banyak perhatian pengunjung yang ada saat itu

10306460_971299492885779_1823240226958470114_n
di potret di atas saund the seep.
1466310_971299669552428_186622529671050261_n
Kendaraan keraton.
10547604_971299096219152_8693878613166497976_n
Dalam gedung Bagunan khas Sumatera Barat.

 

Iklan