Model pembelajaran yang pernah saya lakukan di kelas yaitu Problem Based Learning atau yang lebih di kenal PBL. Model ini sangat cocok saya terapkan di kelas, terlebih kurikulum yang digunakan saat ini adalah kurikulum 2013. Dimana pendekatan yang digunakan adalah pendekatan SAINTIFIK yang disajikan dalam : mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan menarik kesimpulan.
 
Meski demikian ada banyak model pembelajaran yang bisa kita terapkan dalam kegiatan pembelajaran  Kurikulum 2013. Tapi saat ini saya akan membahas Model PBL. Kelebihan PBL yang saya ketahui, dimana pendekatan SAINTIFIK terangkum disini. Dan kita bisa mengekplornya dalam strategi pembelajaran atau metode pembelajaran yang kita kuasai.

Siswa dituntut aktif untuk mencari jawaban atas masalah yang mereka hadapi dalam pembelajaran. “Proses Daur Air”, pada materi pembelajaran inilah saya menggunakan model PBL. Dan saya rasa bahwa model pembelajaran yang saya gunakan tidak hanya PBL, tapi ada yang lainnya. Hanya dalam kegiatan pembelajaran kali ini PBL lah yang sangat menonjol saya. Model PBL memiliki tujuan untuk merangsang pesserta didik agar mampu belajar melaluyi pengamatan real terhadap masalah nyata yang dia alami dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pembelajaran dikaitkan dengan pengetahuan peserta didik yang telah atau akan di pelajari dalam proses pembelajaran.
Langkah-langkah Model PBL yang saya terapkan, akan saya jelaskan sebagai berikut :
Pertama, Peserta didik diminta mengemukakan pendapatnya tentang Proses Daur Air. Tahap ini adalah tahap brainstorming, untuk membuka wawasan awal bagi peserta didik. Masing-masing peserta didik mendapatkan informasi baru dari rekan satu kelompoknya. Tahapan ini hanya sebagai pengenalan.
Kedua, Memberikan tugas pada peserta didik terkait proses daur hujan. Bagaimana awan bisa ada di langit ? Darimana asal hujan ? dan seperti apa prosesnya ?. Informasi-informasi terkait dapat dicari dari Panduan Siswa Kurikulum 2013, buku IPA KTSP, dari Internet, ataupun informasi dari orang tua melalui proses bertanya. Disini siswa lebih di yakinkan atas jawaban yang sudah mereka dapat dari sesama temannya.
Untuk lebih meykinkan peserta didik, maka peserta didik mengumpulkan data melalui penelitian singkat tentang Proses Daur Air. Penelitian yang dilakukakan yaitu, peserta didik mengamati bentuk perubahan wujud yang terjadi pada es batu ketika dipanaskan dalam kondisi ruang tertutup. Kenapa es batu bisa meleh, menguap, dan menmgembun ? faktor apa yang berperan disana ?
Ketiga, sebelum penelitian berlangsung, peserta didik membuat Peseta didik membuat asumsi-asumsi yang akan terjadi sesuai dengan pengetahuan yang sudah di dapat pada tahap berbagi informasi dengan teman ataupun pencarian informasi dari berbagai media.
Keempat, Peserta didik mendapatkan data real yang terjadi pada objek pengamatan. Selanjutnya asumsi yang sudah dibuat pada tahap 3 dibandingkan dengan data yang sesungguhnya, yaitu data hasil pengamatat yang di dapat. Peserta didik akan mampu membuat kesimpulan dari perbandingan asumsi dan hasil pengamatan.
Kelima, Peserta didik merumusan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang sudah mereka olah. data yang sudah didapat relevan dengan informasi yang ada, dan peristiwa hujan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya peserta didik dapat membuat laporan lengkapnya sesuai dengan kaidah pembuatan laporan yang disampaikan oleh guru. Dan mempresentasikan hasilnya kepada kelompok yang lainnya.
Berdasarkan hasil evaluasi saya, bahwa dalam pembelajaran kali ini melibatkan beberapa model pembelajaran. Model pembelajaran itu adalah PBL: 1. Problem based Learning, dan Project Based Learning. Hanya dalam tulisan ini saya lebih menekankan pembahasan pada model Problem Based Learning.
Mari belajar, dan mohon sarannya jika masih ada kekeliruan ya. Selamat membaca dan semoga bermanfaat dalam pembelajaran yang anda lakukan di kelanya manusia 😉
Sumber Bacaan :
2. http://www.sekolahdasar.net/
Iklan