Hari sudah pagi, mentari memancarkan cahayanya di alam raya.Sedangkan saya sudah bersiap-siap untuk menemui anak-anak saya di SD Mekarwangi_Parung_Bogor. Dalam pikiran saya tergambar sambutan mereka saat saya datang dari pintu gerbang sekolah. Tangan mereka yang mungil tersodaor ke arah saya, dan senyuman mereka yang khas menyeringai. Seketika semua itu hilang, saat teman-teman satu tim saya memanggil. 
” Budi, hayu berangkat “. Panggil Ulfa dan risty. 
Waktu itu saya sedang duduk di kursi pavilium dua, Sekolah Guru Indonesia. Tidak butuh waktu lama, saya langsung bergegas berangkat bersama mereka. Berangkatlah kami menuju lokasi magang. sepanjang perjalanan saya habiskan untuk mngobrol ringan dengan teman-teman satu  tim. Perjalanan menuju lokasi yang cukup singkat. Sekitar 15 menit kami sudah berada di pintu gang menuju lokasi magang. Obrolan ringan kamipun terputus. 
Sekolah sudah cukup ramai. Ada yang sibuk merogoh saku celana untuk membayar uang jajanan. Ada yang sibuk berlari-lari dengan sesama temannya. Dan sebagian lagi ada yang sudah bersiap-siap di depan pintu kantor guru.
Bayangan yang beberapa waktu lalu terlintas dalam fikiran saya rupanya benar-benar terjadi. Wajah anak-anak menyeringai, tanda bahagia atas kedatangan kami. Lingkungan sekolah sudah sangat ramai. Dan satu persatu guru berdatangan.
“Pak Iskan ngajar di kelasku y..”
Beberapa anak merayu agar aku mau masuk ke kelas mereka. Ajakan mereka saya baas dengan senyuman, dan jawaban singkat.
“hmmm,, ia nanti bapak masuk, kalau sudah ada jadwal ya”.
Dengan wajah agak sedikit kecewa, mereka akhirnya mau menerima. Jika hari ini saya diharapkan untuk masuk kekelas mereka. Maka hari esok saya harus membuat sesuatu untuk mereka. Menjadi guru hebatnya mereka. Hati saya berkata-kata. Betapa syahdunya, hari ini aku di sambut dengan senyuman bahagia, maka ketika esok aku pergi, aku berharap di lepas dengan penuh kenangan indah.
Bel berbunyi, tanda sudah saatnya masuk kelas. Semua peserta didik berbondong-bondong berlarian ke kelas mereka masing-masing. Sedangkan kami mengisi waktu untuk mendiskusikan beberapa kegiatan yang akan kami canangkan selama magang dengan Ibu Hj. Ismidar selaku kepala sekolah SD Mekarwangi.
Setelah panjang lebar menjelaskan seputar kegiatan yang akan kami lakanakan di SD Mekarwangi. Selanjutnya kami menentukan untuk memilih kelas yang selanjutnya akan kami ajar. Saya memilih kelas 5 dengan asumsi awal bahwa kelas tersebut mudah di kondisikan, dan lebih utama lagi kelas 5 merupakan salah satu kelas yang sudah menerapkan kurikulum 2013. Sedangkan kedua teman saya Risty, dan Ulfa memilih mengajar di kelas 2.

Samapai jumpa dikelas nanti anak-anakku. Semoga kita bisa berpadu. Dan bapak bisa menjdai teladan yang baik bagi kalian. Semangat terus untuk menuntut ilmu dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. 😉

Iklan