Mendidik manusia menjadi manusia yang lebih berkualitas adalah bagain terpenting dalam managemen kehidupan. Saya berpikir apabila semua itu bisa saya wujudkan, adalah sebuah prestasi yang luar biasa dalam hidup saya. Mengajar menjadi sebuah kewajiban ketika kita sudah mendapatkan ilmu. Sudah hampir 16 tahun saya mengenyam pendidikan dengan berbagai jenis keilmuan yang telah dapat. Kini saudah wakunya untuk mengembangkan keilmuan yang sudah saya miliki. Mengembangkan keilmuan tidak selalu harus dengan melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi.

Begitu banyaknya cara yang bisa saya lakukan agar keilmuan yang sudah di dapat dapat lebih bermanfaat. Akhirnya saya memutuskan untuk mengajar dan menghibur anak-anak di kampung-kampung di Garut. 4 tahun sudah brlalu. Hidup memang pilihan, banyaknya lembaga yang menawarkan kepada sarjana untuk mengabdikan diri ditempat terluar, terdalam dan terdepan membangunkan jiwa saya untuk ikut mengambil peran disana.

Life is coice. Akhirnya pilihan saya ada pada SGI(Sekolah Guru Indonesia). Pogram SGI sendiri di gagas oleh Dompet Dhuafa dan sudah berjalan sejak tahun 2009. Kini sudah memasuki relawan SGI angkatan yang ke-6, itu artinya saya mendaftarkan diri sebagai calon relawan SGI angkatan ke-7. Penempatan relawan SGI cukup luas, dan merata diseluruh Indonesia.

Seleksi SGI angkatan ke-7 saya dibuka pada bulan juni. Dan saya sesegera mungkin mengisilembar formulir yang saya kumpulkan secara online. Persyaratan yang diberikan pada calon peserta SGI tidak terlalu menyulitkan, sehingga saya bisa dengan cepat mengisi formulir yang tersedia.

Kala daftar saya sedang di Pare-Kediri. Disana saya bertujuan untuk mengasah kemampuan bahasa inggris. Selang beberapa pengumumuan seleksi administrasi diumumkan oleh panitia SGI. Pengumuman ternyata disampaikan melalui SMS. Selain itu diumumkan di website DD juga. Namun saya kira, saya lebih dulu tahu dari SMS dari pada dari website.

Tahap tahap II adalah mengikuti interview dan wawancara. Seleksi tersebut diselenggarakan di 8 tempat yaitu : Bogor, Yogyakarta, Plembang, Mataram, Medan, Surabaya, Padang dan Makasar. Awalanya saya memili untuk mengikuti seleksi tahap berikutnya di Bogor. Jangkauan saya ke Bogor lebih dekat disbanding ke kota-kota lainnya. Ternyata tuhan berkenhendak lain. Saya lupa kalau saya sedang dijawa timur, dan ada tempat seleksi yang lebih dekat dari sini. Surabaya menjadi pilihan lokasi seleksi tahap II. Bukan karena kebetulan panitia memperbolehkan para kandidat untuk berpindah lokasi. Mungkin factor jarak lokasi seleksi dengan tempat tinggal menjadi salah satu pertimbangan juga.

Seleksi tahap II sudah saya laksanakan, kini tinggal menantikan jawabannya. Tanggal 25 juli nanti akan diumumkan hasilnya. Peserta yang lolos tahap ini akan dibina selama kurang lebih 5 bulan. Setelah masa pembinaan maka akan dilanjutkan dengan pengabdian selama satu tahun. Kini tinggal belajar lagi dan husnudzon akan mendapatkan pilihan terbaik. Bismillah

 

Iklan