Perjalanan dimulai dari jalan Anyelir-Pare-Kediri. Dengan menyewa sepeda motor seharga Rp.55.000/ 12 jam kita bisa mengelilingi kota Kediri sepuas mungkin. Banyak sekali lokasi yang bisa di sambangi untuk menikmati keindahan alam ciptaan tuhan di Kedir. Seperti perjalanan yang telah saya lakukan brsama teman-teman saya di tempat kursus Bahasa Inggris di Pare. kami mengisi waktu libur belajar bahasa di Pare, dengan berkeliling Keidiri.

Tujuan pertama yang kami rencanakan adalah Gunung Kelud. Gunung kelud menjadi tempat yang paling ingin saya kunjungi. Sebenarnya saya baru tahu keberadaan gunung kelud ini sejak kejadian meletusnya gunung tersebut pada awal tahun 2014. Pada awalnya saya tidak mengenal dan tidak tahu dimana keberadaan gunung Kelud. Bahkan namanyapun saya tidak tahu. Karena ketidak tahuan itulah, saya beserta teman-teman menjadikan Gunung Kelud tujuan pertama.

Gambar

Semacam ada rasa penasaran yang sangat mendalam untuk mengenalinya jauh lebih dekat. Seperti banyak dikatakan oleh para filusuf bahwa orang yang berfikir itu adalah orang yang mau tahu asal-usul sesuatu. Seperti asal usulnya bala-bala. Bagaimana proses pembuatan dan tek-tek bengeknya, sehingga bisa nikmat untuk dimakan.

Bagi orang awam sebaiknya persiapkan segalanya. Diantara yang harus disiapkan adalah peta, agar tidajk tersesat dijalan. Jika peta sudah tidak bisa diandalkan, maka bertanya pada warga sekitar, merupakan pilihan terbaik agar bisa sampai ditempat tujuan.  Dan tentunya perbekalan uang yang cukup, untu jaga-jaga selama perjalanan.

Perjalanan saya kali ini hanya menggunakan metode yang kedua, yaitu bertanya pada warga sekitar. Masih ingat pepatah yang ini kan “malu bertanya sesat dijalan”. Sudah bertanya saja kami masih mengalami kesesatan-kesesatan. Apalagi jika tidak bertanya?. Tidak tahulah apa yang akan terjadi diperjalanan.

“Habis panas, terbitlah sejuk”. Kata-kata ini memang cocok untuk menggambarkan suasana gunung Kelud. Pare yang begitu panas. Sejenak saya tinggalkan, dan berganti kesejukan alam pegunungan. Sebelum sampai dilokasi, jangan perah berfikir bahwa perjalanan akan mulus begitu saja. Salah satu contonya adalah perjalanan saya ini. Ban motor tiba-tiba kempes di tengah-tengah perjalana. Dan ini menimbulkan kemoloran. Sehingga kita harus mengefisienkan waktu yang masih dimiliki.

Setelah menempuh perjalan kurang lebih 1 jam. Sampailah digunung Kelud yang eksotis. Gunung aktif yang kini dijadikan tempat wisata ini cukup dimintai banyak pengunjung. Baik itu oleh wisatawan dalam ataupun luar negeri. Seperti gunung-gunung aktif lainnya. Saya fikir suasana gunung Kelud hampir sama dengan gunung Galunggung yang terletak di Jawa Barat. Tarif masuk untuk melihat Gunung Kelud Rp.11.500/orang.

Gambar

Setelah menikmati keindahan Gunung Kelud, perjalan selanjutnya adalah mengunjungi sebuah bangunan yang terletak di pinggiran Kediri. Gumul namanya. Sebuah tembok besar yang dikelilingi jalan penghubung beberapa kota besar di Jawa Timur. Jika ingin menikmati suasana di Gumul memang lebih baik saat mentari menjelang tenggelam. Karena suasana Kediri yang panas disiang hari, kurang enak terasa.

Perjalanan kami lanjutkan ke daerah perkotaan. Dipusat perkotaan memang lebih cocok untuk belanja. Baik itu kebutuhan pribadi berupa makanan, ataupun pakaian. Hal yang pertama kami cari adalah buku. Setelah lama tidak baca buku, saya kira saya harus membeli buku baru untuk saya baca ketika waktu kosong. Dua buah buku[pun saya dapatkan. Harganya yang tidak menguras kantong, tapi cukup menarik untuk dibaca.

Kota is Krouded. Sore sudah menjelang. Saatnya untuk kembali ke Gumul. Kami sampai di Gumul malam hari tepatnya bada magrib. Rupanya Gumul adalah tempat para pasangan bermalam minggu. Baru saja saya memasuki kawasan Gumul. Pemandangan pasangan sejoli langsung tertangkap oleh mata saya. ” dimana ada tempat indah, maka ada pasangan disana”.
Memang benar indahnya bangunan Gumul lebih nampak ketika malam hari. Kerlip lampu warna-warni menghiasi sekeliling. Bangunannya yang lebih mirip bangunan eropa, dengan balutan gambar-gambar ala mesir menambah keindahannya lebih, dan lebih. Tapi sekilas saya lupakan itu. Saya tatap lekat jam di HP. Jam 7, sudah saatnya untuk melanjutkan perjalanan pulang. Dari Gumul ke Pare kira-kira membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Dan alhamdulillah kami sampai tepat waktu.

 

 

Iklan