Banyak keinginan yang ingin dipenuhi. Dengan kondisi seperti saat ini semuanya harus dimulai dengan cara menabung. Selepas kuliah aku tak begitu saja mendapatkan pekerjaan. Padahal sebagian besar sarjana muda, saat ini sedang berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan yang layak yang sesuai dengan keahliannya. Semua mata  memandang, bahwa seusai pendidikan sarjana itu selesai didapatkan, maka sarjana haruslah mendapatkan pekerjaan yang layak. Memang, kadang terasa malu ketika banyak teman-teman bertanya. Sudah kerja?, Dimana?. Pertanyaan ini yang sering aku hindari. Kadang aku berpikir, pertanyaan semacam itu terlalu pragmatis danmembosankan untuk didengar.

Untuk sarjana bokek alias dari keuarga yang sederhana, seusai mendapat gelar sarjana, lalu mendapatkan pekerjaan yang pantas adalah sebuah kebanggaan. Warga kampuung disekitar rumah pasti akan mengacungkan banyak jempol dan pujian pada kedua orang tuanya yang sudah mampu mengantarkan anaknya ke gerbang kesuksesan. Sukses di mata orang dikampungku adalah dimana kita mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang besar, atau menjadi PNS. Meskipun gaji PNS aku piker tidak begitu menggiurkan, tapi bagi tetangga-tetanggaku menjadi PNS adalah sebuah pekerjaan yang sangat keren.

Pengaruh dari lingkunganku cukup kuat. Aku pernah melamar ke beberapa perusahaan. Dan hasilnya tidak begitu mengecewakan. Ternyata untuk mendapatkan sebuah pekerjaan itu tidak terlalu sulit. Namun butuh kesiapan diri saja, apakah aku akan mampu untuk menjalaninya atau tidak.

Kesempatan itu tidah begitu saja aku ambil. Jarak yang cukup jauh di Lampung dan, kondisi orang tuaku yang sudah digumuli oleh beberapa penyakit sedikit memudarkan keinginanku untuk merantau terlalu jauh. Bukan berarti semua itu sebagai penyebab utama. Jauh dari keluarga masih cukup sulit, apalagi meninggalkan mereka dalam kondisi  sakit-sakitan.

Aku memutuskan untuk kembali menuntut ilu. Aku ingin melanjutkan study, meski hati ini tidak terlalu yakin.  Bisakah ? dengan kondisi seperti ini ?. rasa optimis itu menjadi abu-abu. Dan bahkan Nampak tak jelas. Tapi kakaku selalu memberikan dorongan agar aku mau melanjutkan studyku.

Kakaku sudah cukup tahu tentang getir perjaungan untuk mendapatkan pendidikan yang setara denganorang-orang yang mampu. Dia bilang “ tak ada yang bisa kita tunjukan dari keluarga kecil kita ini, Harta tak punya, sawah spetakpun tak ada?.  Hanya dengan ilmu kita akan dianggap ada dan ada untuk orang diluar sana”. Kalimat semacam ini yang sudah membuat aku tak tahan untuk hidup seperti ini. Aku yakin suatu saat nanti tuhan akan membuktikan janjinya. “ barang siapa yang berilmu, maka akan aku tinggikan bebera derajat dari yang lainnya”.

Keyakinan tetaplah keyakinan. Kini tinggal aku meyakinkan diri dan beriktiar utuk menjalaninya. Pasti akan selalu ada jalan untuk menuntut ilmu, meski bagaimanapun caranya. Tahapan yang saat ini seang dilalui hanya aku berharap akan dipermudah oleh allah.

 

 

 

 

 

 

Iklan